APRIL

By Nova Mirza - 14.44

“Jaga yang nyata ada, sebelum kesempatan merebut nyata yang tak lagi bisa dijaga”.


     Dimensimu, selalu berubah setiap waktunya. April, beberapa hari pertama dihidangkan beberapa kesibukan, program kerja, prioritas, kontinuitas dan kawan-kawan sejenisnya. Anggap saja dua kalimat tadi hanya pengalihan isu. April memantapkan tekadku untuk menetapkan, April cukup mengabaikan diriku sendiri untuk hanya sekedar berbenah, April kembali harus merasakan berpegangan pada sesuatu yang menyakiti secara perlahan, oh ya, april juga mengenalkan partner baru menulisku, Sofia, kalo kau mau lihat, ada di postingan ketiga blog ini. Kita masih sama-sama belajar.
     Baru sampai di hari ke 14 nya, april sudah banyak sekali mengajarkan banyak hal, tak melulu soal cinta sepasang manusia, walaupun hal itu juga sedikit berkontribusi untuk mengubah aprilku lebih redup dari sebelumnya. Aku sedang tidak meminta perhatianmu, Aku hanya sedang sedikit bercerita, kau mau mendengarkan dengarkan, kau mau berkomentar silahkan. Sudah cukup gelap aprilku sampai detik ini.
     Bicara soal apa yang bisa kita jaga, tentu saja apa yang kita miliki, Karena mustahil sekali rasanya ketika kita harus menjaga sesuatu yang bukan milik kita, lalu kenapa masih saja ada rasa kehilangan sesuatu yang bukan milik kita ? Ego terlalu dalam menggerogoti diri kita. Lagi-lagi april dengan magnet hitamnya mampu mengubah “sapa” menjadi “hampa”, mampu mengubah “hangat” menjadi “sengat”, mampu mengubah “dekat” menjadi “sekat”, mampu mengubah “hai, apa kabar” menjadi “tanpa kabar”.
     Tenang saja, aku tak sepenuhnya menyalahkan april, justru sebaliknya, aku sangat berterima kasih pada april, pada kawan-kawanku yang terlibat dalam terang redupnya april kali ini, kau sangat menyadarkanku, bahwa selemah apapun kita, berdiri di kaki sendiri adalah cara paling aman, agar saat kita jatuh, saat dikecewakan, saat kehilangan, kita sadar betul bahwa kita sedang berdiri di kaki kita sendiri bukan di kaki orang lain, dan mungkin dampak negatifnya takkan separah ini.

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar