“Makhluk unik bernama aku”.
Pernah kau merasa dirimu hanya sekumpulan kebiasaan orang lain ? sekumpulan apa yang sedang ramai di selang waktu tertentu ? jika iya, tidak apa-apa, kita punya kesamaan, sebelum akhirnya aku memikirkan beberapa hal penting yang sedikit demi sedikit mulai mengubah alur pemikiranku. Aku dulu yang selalu mengurungkan niat hanya karena takut dianggap berbeda. Aku dulu yang lebih memilih normal hanya untuk sekedar cari aman. Sampai akhirnya muncul pertanyaan “Bukankah kebiasaan orang lain tak selalu nyaman untuk kita lakukan ? Bukankah selang waktu punya masa berakhir dengan sendirinya ?”. Tak perlu dijawab, ditempatkan saja, pas tidak kalo kau tanyakan itu pada dirimu sendiri, lalu cukup sesuaikan.
Di coretan perdanaku ini, aku hanya ingin berkenalan (kalau kau berkenan) denganmu kawan-kawan hebat dengan keunikanmu masing-masing. Ini jadi hal baru bagiku sebelum beberapa waktu lalu waktuku hanya dihabiskan oleh rutinitas membosankan dan tiba-tiba timbul keinginan untuk menulis entah karena efek patah hati, efek jatuh hati, efek patah hati lalu jatuh hati, efek patah hati kemudian dipatahkan lagi atau apapun itu, yang pasti landasan utamanya ketika aku punya keinginan untuk melakukan sesuatu, pasti ku lakukan.
Kau, bebas menanggapi antusias menulisku ini sebagai kegiatan kurang kerjaan, tidak penting, atau bahkan alay. Setahuku, kalau memang kau anggap kegiatanku kurang kerjaan, kau lebih kurang kerjaan membaca tulisanku sampai di titik ini. Kalau memang kau anggap kegiatanku tidak penting, kau sudah merugikan beberapa detikmu untuk sesuatu yang kau anggap tidak penting. Dan kalau kau anggap kegiatanku ini alay, alay mana dengan orang yang sekali melakukan kebaikan sudah posting berkali kali disosial media ? alay mana dengan orang yang selalu membanggakan pasangannya padahal masih bergantung pada harta orang tuanya. Bukan, aku bukan sedang menyalahkan. Aku hanya sedang mengingatkan kalau kau ingin menghakimi, coba lihat pernah tidak kita sendiri melakukan hal yang sama seperti apa yang akan kita hakimi.
Aku, hanya mahasiswa biasa yang tidak senormal mahasiswa lainnya. Jangan tanya kenapa, kau tahu jawabannya. Sedang jatuh hati di dunia musik, baru belajar alat musik kemarin sore, masih hafalan solmisasi, baru mulai menyukai dunia fotografi/sinematografi walaupun nol besar kalau harus terjun langsung. Dan yang paling baru sedang berkeinginan untuk bertukar cerita lewat tulisan. Sampai mudah-mudahan disaat yang sudah tepat nanti, semua kegiatanku bisa dikolaborasikan dan bisa menghasilkan karya yang bisa bermanfaat untuk diri sendiri utamanya. Syukur-syukur kau juga bisa ikut merasakan manfaatnya.
Kau, yang sudah terlanjur mau berkenalan denganku, saranmu, masukanmu, ejekanmu, tanggapanmu sangat ku tunggu untuk kebaikanku dan kebaikanmu. Untuk kebaikanku karena aku bisa memperbaiki tulisan, tatanan, dan tampilan wadah yang masih berantakan ini. Dan untuk kebaikanmu karena demi kenyamananmu membaca tulisanku yang masih acak-acakan ini. Lagi-lagi, aku dengan egoisnya tak mau banyak rugi hanya karena tak mau sedikit membuka diri untuk menerima semua masukanmu yang sangat bermanfaat.

2 komentar
Aku unik dan kau pun unik, semua tak sama dan jangan sampai semua memaksa untuk menjadi sama hehe
BalasHapusNumpang lewat mas hehe
Ya setuju, salam kenal sahabat gondrong bang gizky dindra ismail
Hapus