"Kita adalah sekumpulan jiwa yang berasal dari hati sendiri. Berawal dari pikir sendiri. Bermula dari tekad sendiri. Berpijak dengan kaki sendiri"
Setiap kita, jangankan kesukaan. Skill dan kemampuan saja begitu beragam.
Setiap raga, jangankan paras muka. Hal kecil seperti sidik jari saja mustahil serupa.
Iya, kan?
Kita dilahirkan sebagai makhluk sempurna memang. Namun bukan berarti, kita menyepi hingga meniadakan yang lain. Tetap saja dia butuh mereka. Aku perlu kamu, kita semua harus saling membantu.
Namun jangan lupa! Meski kita Zoon Politicon, bukan berarti kita candu atau terlalu bergantung pada sesuatu yang bukan dari dalam kita!
Boleh saja, kita saling cerita. Saling berbagi. Saling menginspirasi. Saling tukar pikiran. Saling berpangku tangan. Atau saling yang lain dimana kita perlu lawan bicara.
Tapi, lagi-lagi aku bilang.
Bukan berarti kita harus candu atau terlalu bergantung pada sesuatu yang bukan dari dalam kita!
Kita punya cara sendiri dalam menggapai asa.
Kritik dan komentar orang sekitar boleh dan harus didengarkan. Namun perlu dibatasi, karena kita punya tuju yang berasal dari jiwa sendiri. Mengikuti setiap ingin dan cuitan mereka, hanya akan buat kita seperti dikejar harimau. Terus berlari ketakutan hingga panik tak tahu arah dan akhirnya? Tujuan kita terabai dan kita terlanjur jauh pun si harimau tak mau berhenti memburu.
Hidup memang begitu, kita yang jalanin dan orang lain yang ngomentarin!
Sebenarnya tak masalah jika jadikan masukan sebagai bentuk perbaikan.
Yang kurang tepat adalah,
Kita seringnya jadikan komentar mereka sebagai tempat berpijak.
Padahal kita punya tanah sendiri, punya lahan sendiri, punya metode sendiri, jangan sampai yang inti dari visi diri justru malah abai dan di poligami.
Ingat pesan ini,




